I made this widget at MyFlashFetish.com.

Sabtu, 02 Juni 2012

Pilihan masa depan


Jadi Pengusaha atau Karyawan…..?!


            Temen” pasti bingung kalo disuruh untuk memilih diantara kedua pilihan itu…. Menjadi pengusaha atau karyawan memang merupakan pilihan sulit untuk semua orang, ya kalo lebih simplenya sih itu disuruh pilih jadi penyuruh atau yang disuruh. Kedua pekerjaan tersebut memiliki banyak perbedaan, selain itu kedunya juga memiliki kelebihan dan kekurangan masing. Nah ayo kita coba lihat dari masing” kelebihan dan kekurangannya.
            Pertama menjadi seorang pengusaha,, untuk memulai sebuah usaha tentunya bukanlah hal yang mudah. Untuk memulai suatu usaha kita perlu ide, keterampilan, keahlian, dan tentunya modal. Hal tersebut harus kita penuhi dulu sebagai langkah awal menjadi seorang pengusaha…. Kelebihan menjadi seorang pengusaha ada banyak sekali, diantaranya kita bisa belajar mandiri mengelola bisnis, kita bisa mengelola financial secara bebas tanpa diatur atasan, kita juga bisa membuka peluang untuk orang lain agar mendapatkan pekerjaan. Kalau dilihat dari segi kekurangannya menjadi seorang pengusaha itu tidak mudah, tentunya usaha yang kita dirikan tidak langsung sukses dan berkembang, jadi setiap usah pasti ada jatuh bangunnya. Disamping itu kita sebagai pengusaha dituntut berfikir lebih agar bisa mempertahankan usaha yang kita dirikan.
            Nah kalo yang tadi pengusaha, gimana ya kalo jadi karyawan…..??. Berbeda dengan pengusaha menjadi seorang karyawan mungkin tidak terlalu sulit, hal itu dikarenakan kita hanya terfokus pada bidang pekerjaan kita saja. Kita tidak dituntuk berfikir lebih jauh mengenai perkembangan perusahan. Tapi kurangnya kita selalu diperintah, tidak bekerja bebas sesuai keinginan kita, hasil dari pekerjaan kitapun selalu dievaluasi dan jam kerja kita tidak fleksibel.
            Jadi,, sebaiknya kita pilih yang mana yaaaaa…?
            Hmmmm kalo saya pribadi berfikir untuk menjadi karyawan terlebih dahulu setelah lulus kuliah untuk mencari pengalaman bagaimana memanagement suatu usaha, dan saya ingin mengumpulkan modal untuk awal pendirian usaha saya nanti . Tapi kalo disuruh memilih ya tujuan utama saya tetap menjadi seorang pengusaha, saya berfikir kenapa harus jadi karyawan yang harus diperintah boss kalau saya bisa menghasilkan uang sendiri….? Ya saya ingin bisa membuka usaha mandiri dengan kemampuan saya, saya ingin membuka lapangan pekerjaan yang bisa berguna bagi orang lain membuka kesempatan bekerja untuk mereka.
            Jadi antara jadi pegawai dengan karyawan sama saja, semua memiliki tanggung jawab pada pekerjaannya tergantung bagaimana kita menjalankannya. Hanya saja pilihan saya tetap menjadi pengusaha , karena menurut saya jika kita menjadi pengusaha kita bisa memberikan manfaat lebih bagi orang lain :)

Kesuksesan


Makna Dari Kesuksesan


Sukses adalah sebuah kata yang spesial untuk setiap orang, namun kata ini juga sifatnya menjadi sangat relative, karena setiap orang memiliki standarisasi sukses yang berbeda-beda. Pada umumnya sukses itu adalah sebuah pencapaian terhadap sesuatu yang telah direncanakan atau diimpikan oleh seseorang. Mereka juga dengan sangat percaya diri dan menyatakan dirinya sukses ketika mencapai apa yang selama ini mereka impikan dan mereka mampu meraihnya.
Sedangkan menurut saya kesuksesan adalah ketika saya telah bisa membuat orang-orang disekitar saya bahagia dengan apa yang telah saya lakukan untuk mereka, ketika saya telah menjadi pribadi yang baik dengan berbagai pencapaian positif pada hidup saya, ketika saya mampu mencapai impian dengan jerih paya saya sendiri, Dan ketika tidak ada lagi tangisan penyesalan namun yang ada hanya usaha untuk terus memperbaiki kesalahan.
Itulah makna sukses menurut saya. Walaupun belum bisa dicapai saat ini namun saya yakin suatu saat kesuksesan itu bisa saya raih dengan berbagai usaha dan kerja keras tentunya.

Sabtu, 26 Mei 2012

artikel ekonomi

Sistem Ekonomi Kerakyatan

        Ekonomi kerakyatan adalah sistem ekonomi yang berbasis pada kekuatan ekonomi rakyat.Dimana ekonomi rakyat sendiri adalah sebagai kegiatan ekonomi atau usaha yang dilakukan oleh rakyat kebanyakan (popular) yang dengan secara swadaya mengelola sumberdaya ekonomi apa saja yang dapat diusahakan dan dikuasainya, yang selanjutnya disebut sebagai Usaha Kecil dan Menegah (UKM) terutama meliputi sektor pertanian, peternakan, kerajinan, makanan, dsb., yang ditujukan terutama untuk memenuhi kebutuhan dasarnya dan keluarganya tanpa harus mengorbankan kepentingan masyarakat lainnya.
Secara ringkas Konvensi ILO169 tahun 1989 memberi definisi ekonomi kerakyatan adalah ekonomi tradisional yang menjadi basis kehidupan masyarakat local dalam mempertahan kehidupannnya. Ekonomi kerakyatan ini dikembangkan berdasarkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat local dalam mengelola lingkungan dan tanah
      Mereka secara turun temurun. Aktivitas ekonomi kerakyatan ini terkait dengan ekonomi sub sisten antara lain pertanian tradisional seperti perburuan, perkebunan, mencari ikan, dan lainnnya kegiatan disekitar lingkungan alamnya serta kerajinan tangan dan industri rumahan. Kesemua kegiatan ekonomi tersebut dilakukan dengan pasar tradisional dan berbasis masyarakat, artinya hanya ditujukan untuk menghidupi dan memenuhi kebutuhan hidup
masyarakatnya sendiri. Kegiatan ekonomi dikembangkan untuk membantu dirinya sendiri dan masyarakatnya, sehingga tidak mengekploitasi sumber daya alam yang ada.
Gagasan ekonomi kerakyatan dikembangkan sebagai upaya alternatif dari para ahli ekonomi Indonesia untuk menjawab kegagalan yang dialami oleh negara negara berkembang termasuk Indonesia dalam menerapkan teori pertumbuhan. Penerapan teori pertumbuhan yang telah membawa kesuksesan di negara negara kawasan Eropa
      Ternyata telah menimbulkan kenyataan lain di sejumlah bangsa yang berbeda. Salah satu harapan agar hasil dari pertumbuhan tersebut bisa dinikmati sampai pada lapisan masyarakat paling bawah, ternyata banyak rakyat di lapisan bawah tidak selalu dapat menikmati cucuran hasil pembangunan yang diharapkan itu. Bahkan di kebanyakan negara negara yang sedang berkembang, kesenjangan sosial ekonomi semakin melebar. Dari pengalaman ini, akhirnya dikembangkan berbagai alternatif terhadap konsep pembangunan yang bertumpu pada pertumbuhan. Pertumbuhan ekonomi tetap merupakan pertimbangan prioritas, tetapi pelaksanaannya harus serasi dengan pembangunan nasional yang berintikan pada manusia pelakunya.
Pembangunan yang berorientasi kerakyatan dan berbagai kebijaksanaan yang berpihak pada kepentingan rakyat. Dari pernyataan tersebut jelas sekali bahwa konsep, ekonomi kerakyatan dikembangkan sebagai upaya untuk lebih mengedepankan masyarakat. Dengan kata lain konsep ekonomi kerakyatan dilakukan sebagai sebuah strategi untuk
membangun kesejahteraan dengan lebih mengutamakan pemberdayaan masyarakat. Menurut Guru Besar, FE UGM ( alm ) Prof. Dr. Mubyarto, sistem Ekonomi kerakyatan adalah system ekonomi yang berasas kekeluargaan, berkedaulatan rakyat, dan menunjukkan pemihakan sungguh – sungguhpada ekonomi rakyat Dalam praktiknya, ekonomi kerakyatan dapat dijelaskan juga sebagai ekonomi jejaring ( network ) yang menghubung – hubungkan
sentra – sentra inovasi, produksi dan kemandirian usaha masyarakat ke dalam suatu jaringan berbasis teknologi informasi, untuk terbentuknya  jejaring pasar domestik diantara sentara dan pelaku usaha masyarakat.
      Sebagai suatu jejaringan, ekonomi kerakyatan diusahakan untuk siap bersaing dalam era globalisasi, dengan cara mengadopsi teknologi informasi dan sistem manajemen yang paling canggih sebagaimana dimiliki oleh lembaga “ lembaga bisnis internasional, Ekonomi kerakyatan dengan sistem kepemilikan koperasi dan publik. Ekomomi kerakyatan sebagai antitesa dari paradigma ekonomi konglomerasi berbasis produksi masal ala Taylorism. Dengan demikian Ekonomi kerakyatan berbasis ekonomi jaringan harus mengadopsi teknologi tinggi sebagai faktor pemberi nilai tambah terbesar dari proses ekonomi itu sendiri. Faktor skala ekonomi dan efisien yang akan menjadi dasar kompetisi bebas menuntut keterlibatan jaringan ekonomi rakyat, yakni berbagai sentra-sentra kemandirian ekonomi rakyat, skala besar kemandirian ekonomi rakyat, skala besar dengan pola pengelolaan yang menganut model siklus terpendek dalam bentuk yang sering disebut dengan pembeli .
Berkaitan dengan uraian diatas, agar sistem ekonomi kerakyatan tidak hanya berhenti pada tingkat wacana, sejumlah agenda konkret ekonomi kerakyatan harus segera diangkat kepermukaan. Secara garis besar ada lima agenda pokok ekonomi kerakyatan yang harus segera diperjuangkan. Kelima agenda tersebut merupakan inti dari poitik ekonomi kerakyatan dan menjadi titik masuk ( entry point) bagi terselenggarakannya system ekonomi kerakyatan dalam jangka panjang =
Peningkatan disiplin pengeluaran anggaran dengan tujuan utama memerangi praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) dalam segala bentuknya;  Penghapusan monopoli melalui penyelenggaraan mekanisme ; persaingan yang berkeadilan ( fair competition) ; Peningkatan alokasi sumber-sumber penerimaan negara kepada pemerintah daerah.;  Penguasaan dan redistribusi pemilikan lahan pertanian kepada petani penggarap ; Pembaharuan UU Koperasi dan pendirian koperasi-koperasi dalam berbagai bidang usaha dan kegiatan.
      Yang perlu dicermati peningkatan kesejahteraan rakyat dalam konteks ekonomi kerakyatan tidak didasarkan pada paradigma lokomatif, melainkan pada paradigma fondasi. Artinya, peningkatan kesejahteraan tak lagi bertumpu pada
dominasi pemerintah pusat, modal asing dan perusahaan konglomerasi, melainkan pada kekuatan pemerintah daerah, persaingan yang berkeadilan, usaha pertanian rakyat sera peran koperasi sejati, yang diharapkan mampu berperan sebagai fondasi penguatan ekonomi rakyat. Strategi pembangunan yang memberdayakan ekonomi rakyat
merupakan strategi melaksanakan demokrasi ekonomi yaitu produksi dikerjakan oleh semua untuk semua dan dibawah pimpinan dan pemilikan anggota-anggota masyarakat. Kemakmuran masyarakat lebih diutamakan ketimbang kemakmuran orang seorang. Maka kemiskinan tidak dapat ditoleransi sehingga setiap kebijakan dan program pembangunan harus memberi manfaat pada mereka yang paling miskin dan paling kurang sejahtera. Inilah pembangunan generasi mendatang sekaligus memberikan jaminan sosial bagi mereka yang paling miskin dan tertinggal.
      Yang menjadi masalah, struktur kelembagaan politik dari tingkat Kabupaten sampai ke tingkat komunitas yang ada saat ini adalah lebih merupakan alat control birokrasi terhadap masyarakat. Tidak mungkin ekonomi kerakyatan di wujudkan tanpa restrukturisasi kelembagaan politik di tingkat Distrik. Dengan demikian persoalan pengembangan
ekonomi rakyat juga tidak terlepas dari kelembagaan politik di tingkat Distrik. Untuk itu mesti tercipta iklim politik yang kondusif bagi pengembangan ekonomi rakyat. Di tingkat kampung dan Distrik bisadimulai dengan pendemokrasian pratana sosial politik, agar benar-benar yang inklusif dan partisiporis di tingkat Distrik untuk menjadi partner dan penekan birokrasi kampung dan Distrik agar memenuhi kebutuhan pembangunan rakyat.


Sumber :  http://succesary.wordpress.com/2008/12/10/sistem-ekonomi-kerakyatan/

 

Jumat, 13 April 2012

Generasi Muda


Peranan Pemuda dan Mahasiswa Terhadap  Kemajuan Bangsa


Pemuda atau generasi muda adalah konsep yang sering diartikan sebagai nilai penting. Hal tersebut dikarenakan keduanya bukanlah istilah ilmiah saja, tetapi lebih merupakan pengertian ideologis dan kultural. “Pemuda harapan bangsa”, “Pemuda pemilik masa depan” atau “Pemuda harus dibina” dan sebagainya, memperlihatkan betapa pentingnya nilai yang telah terlekat pada kata pemuda.
28 Oktober 1928 , adalah salah satu peristiwa bersejarah bagi Indonesia. Pada saat itu para pemuda dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul dan berikrar bersama-sama tentang “Sumpah Pemuda” dimana dalam sumpah pemuda tersebnut bertujuan untuk membangkitkan semangat persatuan para Pemuda Indonesia.  Sumpah Pemuda menandai posisi strategis kaum muda dalam perubahan berskala bangsa. Peristiwa itu menjadi salah satu peristiwa yang membuktikan seberapa pentingnya peran pemuda Bagi Indonesia.
Pemuda di Indonesia sangat berperan penting dalam setiap kejadian bersejarah bangsa ini. Peristiwa sumpah pemuda dan peristiwa 1998 merupakan salah satu contoh peristiwa perjuangan yang dilakukan para pemuda dan mahasiswa untuk membela kebenaran di negri ini. Kalau dilihat dari sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia peranan pemuda juga tidak bisa terlepas dari hal itu. Pemuda memiliki campur tangan dalam meraih kemerdekaan negri ini. Pada masa penjajahan dulu banyak gerakan-gerakan pemuda dan mahasiswa untuk memperjuangkan kemerdekaan. Salah satunya adalah organisasi Budi Utomo yang diusung Ki hajar Dewantara untuk memajukan pendidikan di Indonesia. Selain itu kemerdekaan Indonesia juga diraih berkat dorongan pemuda yang mendesak Ir. Soekarno untuk memproklamasikan kemerdekaan tanggal 17 agustus 1945. Jika pada saat itu para pemuda tidak mendesak dan membantu penyiaran kemerdekaan Indonesia melalui radio mungkin kemerdekaan bangsa Indonesia akan tertunda.
Bila kita lihat pada masa kini apakah peranan dari para pemuda??
Pada masa kini peranan pemuda dan mahasiswa sudah mulai berkurang, hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya aksi demonstrasi mahasiswa dan pemuda yang anarkis yang menimbulkan. Hal-hal tersebut sering mereka lakukan dengan alasan membela kebenaran untuk memajukan bangsa. Tetapi menurut saya cara menyampaikan aspirasi mereka yang kurang tepat, hal tersebut menimbulkan pemikiran negative masyarakat terhadap pemuda dan mahasiswa. Jika kita lihat sekarang pemuda juga banyak di partai politik, tentunya hal tersebut menjadi fenomena menarik sebab terlihat secara nyata bagaimana elemen pemuda dalam partai politik berkiprah dan mengembangkan pengaruhnya secara internal dan eksternal partai. Banyaknya pemuda yang yang terlibat dalam di partai politik, bagaimanapun merupakan kewajaran, mengingat dengan ikut berkiprahnya mereka di partai politik, mereka akan mendapatkan kesempatan-kesempatan untuk membantu memajukan bangsa.
Selain melihat peranan pemuda dan mahasiswa secara nyata mencoba memajukan bangsa dengan hal-hal yang bisa dilihat langsung. Ternyata masih banyak lagi pemuda generasi bangsa yang membela Negara tidak hanya melalui jalan politik saja tetapi melalui berbagai bidang. Contohnya para pelajar dan mahasiswa yang berprestasi di berbgai olimpiade dunia seperti pada bidang sains, matematika dan banyak lainnya yang mereka juarai, ada atlet yang berjuang dalam berbagai bidang olahraga untuk membawa nama baik bangsa Indonesia di mata dunia. Hal-hal tersebut tentunya termasuk perjuangan pemuda untuk memajukan bangsa.
Sebagai generasi penerus bangsa, pemuda harus memiliki kemauan yang kuat untuk memajukan Negara ini. Kemajuan bangsa Indonesia berada di tangan para generasi muda. Untuk itu saya berharap pemerintah bisa memberikan dukungan kepada pemuda seperti menyediakan lembaga-lembaga untuk menyalurkan bakat dan aspirasi pemuda dan mahasiswa agar tepat pada sasaran pada tujuannya yaitu untuk memajukan bangsa Indonesia. Semoga untuk kedepannya para pemuda bisa lebih mengharumkan nama bangsa dengan segudang prestasi yang baik.

Bab 4


Pendapatan Nasional, Pertumbuhan, Dan Struktur Ekonomi


1.     Konsep-konsep Pendapatan Nasional Indonesia
Pendapatan nasional dalam arti sempit merupakan terjemahan langsung dari national income, sedangkan pendapatan nasional dalam arti luas bisa berarti banyak, diantaranya merujuk kepada Produk Domestik Bruto (PDB), Produk Nasional Bruto (PNB), Produk Nasional Netto (PNN), dan Pendapatan Nasional (PN). Hal-hal tersebut merupakan konsep-konsep dari pendapatan Nasional.
Ø  Metode Perhitungan Pendapatan Nasional
Di Negara kita Indonesia pendapatan nasional dikumpulkan dan dihitung serta disajikan oleh Biro Pusat Statistik. Perhitungan pendapatan nasional dimulai dengan Produk Domestik Bruto (PDB) yang dihitung dengan tiga macam pendekatan. Pertama pendekatan produksi, menurut pendekatan ini PDB adalah jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh berbagai unit produksi dalam jangka waktu setahun. Kedua adalah pendekatan pendapatan, menurut pendekatan ini PDB adalah jumlah balas jasa yang diterima oleh pemilik faktor produksi selama periode tertentu yang umumnya setahun. Ketiga adalah pendekatan pengeluaran, menurut pendekatan ini PDB adalah jumlah seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh para pelaku ekonomi suatu Negara selama periode tertentu.
Cara menghitung Produk Nasional Bruto (PNB) adalah Produk Domestik Bruto ditambah pendapatan neto atas factor luar negri. Produk Nasional Neto dapat dihitung dengan cara mengurangi Produk Nasional Bruto dengan Penyusutan barang-barang modal tetap. Dari dalam konsep tersebut masih tercakup pajak tak langsung neto, yaitu jumlah seluruh pajak tak langsung yang dipungut pemerintah dikurangi jumlah seluruh subsidiyang diberikan pemerintah. Apabila produk nasional neto dikurangi dengan pajak tak langsung neto ini, maka diperoleh PNN atas dasar biaya factor produksi yang disebut dengan Pendapatan Nasional.
Ø  Metode Perhitungan Pertumbuhan Riil
PDB, PNB, PNN, dan PN secara umum disebut agregat ekonomi yang memiliki arti sebagai besaran total yang menunjukkan prestasi ekonomi suatu Negara.Dari agregat ekonomi tersebut dapat diukur pertumbuhan ekonomi.Dalam mengukur pertumbuhan ekonomi riil ini ada tiga metode untuk mengubah angka menurut harga berlaku menjadi angka menurut harga konstan yaitu metode evaluasi, metode ekstrapolasi dan metode deflasi.
Ø  Metode Perhitungan Nilai Tmbah
Nilai tambah adalah selisih antara harga jual suatau produk dengan nilai bahan bakunya. Nilai tambah sektoral suatu produk mencerminkan nilai tambah produk di sector bersangkutan. Metode perhitungan nilai tambah ada dua, diantaranya nilai tambah yang dihitung menurut harga tahun dan nilai tambah menurut harga konstan. Untuk menghitung nilai tambah menurut harga konstan ada 4 macam cara yaitu ; metode deflasi ganda, metode ekstrapolasi langsung, metode deflasi langsung, dan metode deflasi komponen pendapatan.

2.     Pendapatan Nasional Dan Pertumbuhan Ekonomi
Menurut data dari biro pusat statistic, setiap tahun PDB Negara Indonesia senantiasa lebih besar daripada PNB. Hal tersebut menunjukkan nilai produk orang asing di Indonesia lebih besar daripada nilai produk Indonesia di luar negri. Hal tersebut merupakan fenomena yang umum terjadi pada Negara berkembang.
Secara spesifik jika diukur dari angka-angka PDB, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang periode 25 tahun tergolong tinggi. Selama pelita I perekonomian Indonesia tumbuh dengan rata-rata 8,56 persen per tahun. Dalam pelita II menjadi 6,96 persen per tahun. Pada pelita III berubah menjadi 6,24 persen per tahun. Penurunan tersebut terjadi karena terjadi krisis minyak bumi. Dalam pelita IV laju pertumbuhan menurun lagi menjadi 5,32 persen per tahun. Tetapi dalam pelita IV ini berlangsung perubahan structural yang signifikan bagi perekonomian Indonesia . Pada pelita V perekonomian menjadi 6,7 persen per tahun. Banyak factor yang memungkinkan perekonomian Indonesia tumbuh sangat pesat sepanjang kurun waktu Pembangunan Jangka Pnajang tahap pertama yang lalu.
3.     Pendapatan Perkapita Dan Kemiskinan
Pada tahun 1993 pendapatan perkapita Indonesia adalah yang terendah, bahkan lebih rendah dibandingkan dengan Filipina. Akan tetapi dibandingkan dengan China dan India, pendapatan perkapita Indonesia masih lebih tinggi. Pendapatan perkapita memang bukan rakyat sebuah Negara.Seperti yang kita ketahui, pendapatan perkapita adalah sebuah konsep rata-rata, belum menghiraukan distribusinya di kalangan penduduk.
Tingkat kesejahteraan penduduk dapat juga dilihat melalui alokasi pengeluaran konsumsinya. Semakin sejahtera penduduk, maka semakin kecil pengeluaran konsumsinya untuk pembelian bahan panagan. Dalam konteks ini Indonesia masih lebih unggul dibandingkan dengan China dan India. Berkenaan dengan prestasi pertumbuhan ekonomi dan pendapatan perkapita Indonesia , Pemerintah juga masih harus mengatasi satu masalah yang berkepanjangan yaitu mengatasi penduduk yang hidup dibawah garis kemiskinan.

4.     Struktur Ekonomi Indonesia
Struktur ekonomi dapat dilihat berdasarkan empat macam sudut tinjauan yaitu tinjauan makro sektoral, tinjauan keuangan, tinjauan penyelenggaraan kenegaraan, dan tinjauan birokrasi pengambilan keputusan. Jika dilihat secara makro sektoral berdasarkan kontribusi sector-sektor lapangan usaha dalam membentuk produk domestic bruto, perekonomian Negara Indonesia  yang dahulunya pada tahun 1990 masih agraris kini sudah menjadi Industrial.
Jika dilihat dari tinjauan lain pergeseran ekonomi secara makro sektoral ini senada dengan pergeserannya secara special. Perekonomian telah bergeser dari berstruktur kedesaan  / tradisional menjadi kini berstruktur kekotaan / modern.
Struktur ekonomi yang tengah dihadapi Negara Indonesia saat ini merupakan struktur yang tradisional. Negara kita sedang beralih dari struktur agraris ke industrial, dari struktur yang etatis ke borjuis, dari struktur kedesaan menjadi kekotaan. Sementara dalam hal birokrasi dan pengambilan keputusan mulai desentralistis.

5.     Konsep-konsep Pendapatan Ditinjau Kembali
Beberapa tahun belakangn ini konsep pendapatan nasional sedang gencar di gugat, konsep konvensional yang ada dianggap kurang memadai untuk konteks sekarang. Konsep pendapatan nasional yang  selama ini diterapkan belum memasukkan factor biaya kerusakan lingkungan di dalam perhitungannya. Hal tersebut mengakibatkan angka pendapatan nasional yang dihasilkan berlebihan dan menyebabkan orang-orang kurang perduli akan lingkungan hidup. Dari permasalahn tersebut pemerintah perlu melakukan peninjauan kembali mengenai konsep-konsep pendapatan nasional.


Selasa, 03 April 2012

Bab 3

Sistem Perekonomian Indonesia


      I.            Pengertian Sistem
Pengertian dasar dari sistem adalah suatu organisasi besar yang menjalin berbagai subjek (atau objek) serta perangkat kelembagaan dalam suatu tatanan tertentu. Subjek atau objek pembentuk sebuah sistem dapat berupa orang-orang atau masyarakat. Kehadiran subjek-subjek (atau objek-objek) semata belumlah cukup untuk membentuk sebuah sistem, karena baru dikatakan sebagai himpunan subjek atau objek. Himpunan tersebut baru membentuk sistem lengkap apabila memiliki perangkat kelembagaan yang mengatur tentang bagaimana subjek dan objek bekerja, berhubungan, dan dijalankan.
Keserasian dalam menjalankan sistem dan norma-norma yang ada pada sistem merupakan salah satu syarat berjalannya sistem. Dengan kedua hal tersebut diharapkan sitem dapat terkendali dengan baik dan berjalan sesuai aturan agar mencapai tujuan yang diinginkan. Sebuah sistem bukan hanya sekedar himpunan subjek, himpunan kaidah atau norma, dan juga bukan sekedar kumpulan lembaga atau badan organisasi. Sebuah sistem adalah jalinan dari semua unsur itu, mencakup subjek (objek) dan perangkat kelembagaan yang membentuknya.
Sebuah sistem tentunya memiliki keterkaitan antara satu dengan yang lain. Pola keterkaitan antar sistem sangat bervariasi. Bisa karena lembaga atau wadah dimana kedua sistem itu terbentuk sama. Bisa pula karena kaidah untuk sistem yang satu juga berlaku sebagai kaidah di dalam sistem lain.
                                                           
    II.            Sistem Ekonomi dan Politik
Sistem ekonomi adalah suatu sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu tatanan kehidupan. Sebuah sistem ekonomi terdiri dari beberapa unsur yaitu : manusia sebagai subjek, barang ekonomi sebagai objek, serta seperangkat kelembagaan yang mengatur dan menjalaninya dalam kegiatan ekonomi. Perangkat kelembagaan yang dimaksud meliputi lembaga-lembaga formal maupun nonformal.
Suatu system ekonomi selalu berkaitan dengan falsafah, pandangan dan pola hidup masyarakat tempatnya berpijak. Sistem ekonomi juga merupakan bagian dari kesatuan ideology kehidupan bermasyarakat di suatu Negara. Sebagai bagian dari suprasistem kehidupan, sistem ekonomi berkaitan erat dengan sistem-sistem sosial yang lain yang berlangsung di masyarakat. Salah satunya kaitannya erat dengan system politik.

 III.            Kapitalisme dan Sosialisme
Di dunia ini dikenal dua macam sistem ekonomi yang ektrim, yaitu sistem ekonomi kapitalis dan sistem ekonomi liberalis. Sistem ekonomi kapitalis mengakui kepemilikan individual atas sumber daya – sumber daya ekonomi atau factor-faktor produksi. Terdapat kekuasaan yang sangat luas bagi perorangan dalam memiliki sumber daya. Tidak terdapat kekangan atau batasan bagi perorangan dalam menerima imbalan atas prestasi kerjanya. Prinsip keadilan yang dianut sistem ini “setiap orang menerima imbalan berdasarkan prestasi kerjanya”. Campur tangan pemerintah sedikit karena pemerintah hanya berperan sebagai pengamat dan pelindung perekonomian.
Sistem ekonomi sosialis bertolak belakang dengan sistem kapitalis. Pada sistem ini Sumber daya ekonomi di klaim sebagai milik Negara. Imbalan yang diterima perorangan didasarkan pada kebutuhannya, bukan berdasarkan jasa yang dicurahkannya. Prinsip keadilan pada sistem ini “Setiap orang memiliki imbalan yang sama”. Campur tangan pemerintah pada sistem ini sangat tinggi karena pemerintah yang membuat tiga persoalan pokok ekonomi.
Diantara kedua sistem ekonomi tersebut terdapat sebuah system lain yang merupakan campuran antara keduanya, dengan berbagai variasi kadar dominasinya. Sistem ekonomi campuran pada umumnya diterapkan oleh Negara-negara berkembang.


 IV.            Persaingan Terkendali
Jika kita tinjau berdasarkan sistem pemilikan sumber daya ekonomi atau faktor-faktor produksi , tidak terdapat alasan untuk menyatakan bahwa sistem ekonomi Negara Indonesia adalah kapitalistik. Sama halnya juga tidak tepatjika mengatakan sistem ekonomi Indonesia sosialis. Indonesia mengakui pemilikan individual atas faktor produksi kecuali untuk sumber daya yang menguasai hajat hidup orang banyak, dikuasai oleh Negara. Hal ini diatur oleh Pasal 33 UUD 1945. Jadi secara konstitusional , sistem ekonomi di Indonesia buakan kapitalisme dan bukan juga sosialisme.
Iklim persaingan kompetisi bisnis di Indonesia bukanlah persaingan yang bebas lepas, melainkan persaingan yang terencana dan terkendali. Walaupun individualism orang Indonesia dalam prilaku sehari-hari tampak nyata, dan diduga akhir-akhir ini semakin tebal, namun rasa kebersamaan dan kesetiakawanan tidak pernah berakhir.

    V.            Kadar kapitalisme dan Sosialisme
Unsur kapitalisme dan sosialisme jelas terkandung dalam pengorganisasian ekonomi Indonesia. Untuk melihat seberapa besar kadar dari kedua sistem tersebut pada perekonomian Indonesia kita bisa melihatnya melalui dua pendekatan. Pertama dengan pendekatan factual structural, yaitu dengan menelaah peranan pemerintah atau Negara dalam struktur perekonomian. Kedua adalah pendekatan sejarah yakni dengan menelusuri bagaimana perekonomian bangsa diorganisasikan dari waktu ke waktu.
Untuk melihat keterlibatan pemerintah dengan pendekatan factual-struktural dapat digunakan kesamaan agregat Keynesian yang berumuskan Y = C + I + G + (X-M), dan juka dapat dilihat dengan mengamati peranan pemerintah secara sektoral. Maksudnya keterlibatan pemerintah dalam mengatur sector-sektor produksi (lapangan uasaha).
Kalau dengan pendekatan sejarah kita dapat mempelajari betapa bangsa Indonesia tidak pernah dapat menerima pengelolaan makro ekonomi yang terlalu berat ke kapitalisme ataupun ke sosialisme. Sistem ekonomi campuran dengan persaingan terkendali agaknya merupakan sistem ekonomi yang tepat untuk mengelola perekonomian Indonesia. Tapi jika dilihat kini, derasnya arus globalisasi bersamaan dengan bubarnya sejumlah Negara komunis yang bersistem ekonomi sosialisme telah mendorong Indonesia terseret arus kapitalisme.